Tubagus Arief Z-Surosowan art doc

Home » 4. Nabi Nuh ‘Alaihissalam

4. Nabi Nuh ‘Alaihissalam

NABI NUH ‘ALAIHISSALAM.

Nabi Nuh ‘as., ialah keturunan Nabi Adam yang kesepuluh, ia di tugaskan kepada keturunan Qobil dan Syits. Pada permulaannya, Nabi Nuh di sukai kaumnya, di karenakan budi pekertinya yang baik. Namun, setelah Nabi Nuh ‘as., mulai mengembangkan ajaran-ajaran agama Alloh SWT., dan melarang kaumnya untuk berbuat jahat, maka kaumnya pun membencinya.

Nabi Nuh ‘as., menangis, karena sedihnya atas keingkaran kaumnya. Selama ratusan tahun beliau menjalankan tugas kerasulan, namun hanya sedikit sekali yang mau beriman kepada Alloh SWT.

Nabi Nuh ialah seorang hamba yang saleh. Hatinya bersih dan suci. ika beliau bangun tidur, mau tidur, minum, makan, memakai pakaian, mau keluar atau masuk, beliau selalu bersyukur dan memuji kepada Alloh serta menyebut dan mengingat nikmat yang telah di berikan kepada beliau.

Nabi Nuh melihat kaumnya menyembah patung-patung atau berhala, yang sama sekali tidak memiliki kekuatan dan daya apa-apa. Nabi Nuh tahu persis bahwa mereka semua telah di tipu dan di perdaya oleh iblis, sehingga mereka kafir dan syirik. Karena iblis telah merusak mereka, nabi Nuh merasa khawatir bahwa jiwa beliau juga akan di rusak oleh iblis. Maka Nabi Nuh selalu menangis dan ‘menjerit.’ Oleh karena itu kaumnya menyebut beliau sebagai NUH ( yang berarti menjerit ).

Nabi Nuh sendiri tidak sama dengan kaumnya. Nabi Nuh menyembah Alloh Al-Ahad. Nabi Nuh juga berdho’a semoga Alloh selalu memberi petunjuk ke jalan yang lurus.

Alloh melihat, bahwa nabi Nuh ialah seorang orang yang paling baik dan paling pantas untuk di jadikan utusan bagi kaumnya, agar bisa mengajari mereka agama yang benar, mengajak menyembah Alloh Jalla wa ‘Ala, meninggalkan penyembahan terhadap patung-patung yang tidak pernah dan tidak akan pernah memberi manfaat atau mudhorot apa-apa. Lalu Alloh mengutus malaikat Jibril untuk mendatangi nabi Nuh.

“ Ada kabar gembira untuk Wahai Nuh, Alloh telah ridho kepadamu. Alloh telah menjadikan kamu sebagai utusan-Nya untuk kaummu, agar kamu bisa mengeluarkan mereka semua dari kegelapan menuju ke terang benderang yang penuh cahaya. Selain itu, agar kamu mengajak mereka agar menyembah Alloh dan tidak menyembah patung. Oleh karena itu, pergilah kamu ke kaummu itu, dan ajaklah mereka untuk menyembah Alloh!” kata malaikat Jibril.

Di negeri tersebut, masyarakatnya terpecah menjadi dua kelas. Pertama kelas orang-orang kaya ( borjuis ) yang tinggal di istana-istana, memiliki pembantu dan selalu menyuruh mereka untuk melakukan hal-hal atau pekerjaan yang berat-berat. Kedua, ialah kelas orang-orang miskin. Mereka ini tunduk kepada orang-orang kaya tersebut. Mereka tidak berani mengangkat wajahnya di hadapan orang-orang kaya. Dengan demikian, terjadilah penindasan dan berbagai kezholiman yang di lakukan oleh orang kaya kepada mereka.

Nabi Nuh selalu berfikir tentang keadaan kaumnya ini. Beliau selalu mendapatkan pengaduan dari orang-orang miskin. Kesempatan itu di manfaatkan oleh Nabi Nuh untuk mulai mengajak mereka menyembah kepada Alloh Al-Ahad, tidak menyembah patung. Selain itu nabi Nuh juga menjelaskan kepada mereka bahwa Alloh telah menciptakan manusia, memuliakan dan memberi mereka akal yang bisa di pakai untuk berfikir: “ Bagaimana kalian bisa menyembah patung-patung yang tidak bisa memberi manfaat atau bahaya ( mudhorot ) apa-apa! Kita semua sama dan setara di hadapan Alloh.

Mereka yang kebanyakan dari golongan miskin ini yang mulai mendengarkan ajakan Nabi Nuh. Orang kaya atau orang berkedudukan tinggi di pemerintahan atau perusahaan, justru kebanyakan jadi  takabbur, kikir, bakhil, semena-mena, sinis menjatuhkan, tambah tamak, thoffif/berlaku mencurangi takaran, zholim, fasik/hipokrisi, mafia hukum dan korupsi. Mereka mulai berfikir bahwa jika mengikuti ajakan Nabi Nuh ini, mereka akan terlepas atau terbebas dari tekanan orang-orang kaya.

Mereka akan menjadi sama di hadapan Alloh. Saat itu mereka mulai percaya kepada nabi Nuh dan menerima ajakan nabi Nuh. Setelah itu mereka memeluk agama yang di ajarkan oleh nabi Nuh.

Setelah nabi Nuh melihat pengikutnya semakin banyak…mulailah nabi Nuh menyeru orang-orang kaya, agar mereka juga menyembah Alloh dan meninggalkan penyembahan berhala atau patung, dan harta kekayaan. Agar hartanya juga di gunakan untuk menolong yang miskin, berbuat baik dan beribadat, bukannya malah berlaku semena-mena menindas atau semakin menyengsarakan orang miskin. Itulah ajaran Islam hakiki sejak di ajarkan Nabi Nuh.

Nabi Nuh juga memberi peringatan kepada mereka agar tidak tetap dalam kekafiran. Sebab jika tidak, mereka akan mendapatkan siksa yang pedih dari Alloh.

Mendengar ajakan seperti itu, mereka yang golongan kaya malah sinis dan melecehkan nabi Nuh. “ Siapa itu Robbmu yang kau serukan kepada kami, agar kami menyembahnya dan meninggalkan patung-patung ini?” kata mereka sinis.

“Tuhan itu adalah Alloh. Pencipta dan pemberi rizki kepada kalian. Alloh uga pencipta langit beserta isinya seperti matahari, bulan, bintang dan planet dan bumi beserta isinya juga seperti laut, sungai, gunung, hewan, buah-buahan serta segala sesuatu yang berada di antara bumi dan matahari seperti burung. Dan kita semua adalah hamba-Nya yang harus tunduk” kata nabi Nuh menjawab pertanyaan mereka.

Tetapi mereka sama sekali tidak menggubris dan memikirkan apa yang di katakan nabi Nuh. Mereka tidak mendengar nasihat-nasihat beliau. Yang terjadi justru adalah bahwa penghinaan mereka kepada nabi Nuh semakin menjadi-jadi.

“Jika Alloh seperti yang kamu katakan, kenapa Dia mengutus orang yang seperti kamu ini? Kenapa tidak mengutus seorang malaikat saja untuk berdakwah kepada kami? Kamu hanyalah manusia biasa tidak istimewa seperti kami juga.  Kenapa Alloh mengutus kamu, kok bukan kami. Kamu memang laki-laki pembohong, munafik dan penipu.” ejek mereka berbalik merekayasa thoffif.

“ Alloh sudah menyaksikan aku, bahwa aku bukanlah seorang pembohong, munafik atau penipu. Aku ialah utusan dan sayid dari sisi-Nya.  Alloh sudah menegaskan bahwa Dia akan mengutus utusan dari manusia seperti kalian. Sebab bumi ini di huni oleh manusia. Seandainya bumi ini di huni oleh para malaikat, maka Allloh pasti akan mengutus utusan dari malaikat. Aku tidak menuntut atau mengharap balasan apa-apa dari kalian. Aku tidak minta harta kepada kalian atas nasihat-nasihatku itu. Aku memberi nasihat itu tidak lain hanya untuk menyelamatkan kalian dari siksa Alloh yang pedih. Kenapa kalian lantas menuduh aku seperti itu. Kenapa kalian tidak percaya bahwa aku ini ialah penasihat yang jujur dan dapat di percaya? Mari kalian ke sini bersamaku. Dan masuklah kalian ke dalam agamaku. Tinggalkan penyembahan patung-patung yang tidak memiliki daya dan kekuatan apa-apa itu!” kata nabi Nuh.

“Dengar wahai Nuh! jika kamu ingin agar kami beriman kepadamu, maka usirlah orang-orang fakir dan miskin yang telah beriman kepadamu itu. Kami adalah orang-orang terhormat. Orang kuat. Tidak mungkin bagi kami untuk berkumpul bersama-sama mereka yang miskin dan hina itu dalam satu naungan dakwah. Bagaimana kami bisa menerima persamaan yang kamu lakukan antara kami dan mereka itu? Andai saja kamu orang yang punya pikiran, maka kami yakin kamu akan sadar bahwa kamu telah melakukan kesalahanbesar. Mestinya orang yang kamu ajak pertama kali agar beriman kepada kamu adalah orang-orang kaya seperti kami ini, sehingga kami bisa menjadi pemimpin dan tuan bagi mereka,” kata mereka terus berdebat.

Noah damning 19th century painting

Noah damning 19th century painting

“ Aku akan mengusir orang-orang yang sudah beriman? Siapa yang akan membelaku di hadapan Alloh jika aku mengusir mereka ? Kalian betul-betul orang yang tidak mengerti,” kata nabi Nuh kepada mereka.

Mendengar jawaban seperti itu, mereka menjadi marah. Mereka saling berwasiat satu sama lain agar akidah mereka tidak terpengaruh oleh ajakan nabi Nuh, sehingga bisa merusak agama mereka untuk kesombongan dan keuntungan mereka belaka.

Sementara itu, nabi Nuh tidak putus asa untuk terus menyeru kaumnya agar menyembah Alloh, baik secara sembunyi atau terang-terangan, baik secara sembunyi atau terang-terangan, baik siang ataupun malam. Di sisi lain, orang-orang kaya itu masih tetap dalam kekafiran dan menentang ajaran. Nabi Nuh melihat jumlah orang-orang kafir semakin hari semakin bertambah sementara jumlah orang yang beriman tetap sedikit.

Tetapi Nabi Nuh tetap tidak putus asa. Dakwah itu terus di jalankan hingga hampir mencapai seribu tahun lamanya ( hanya kurang lima puluh tahun ).

Akhirnya mereka berkata kepada nabi Nuh :

“ Nuh! kamu selalu berdebat dengan kami hingga kami merasa payah. Kamu juga payah. Jika apa yang kamu katakan tentang siksa Alloh itu memang benar, sekarang cepat berdoalah kepada Tuhanmu agar siksa itu segera di turunkan kepada kami. Kami tidak takut dengan itu!”

Nabi Nuh lalu berdoa kepada Alloh;

“Tuhan! Dakwah yang kami lakukan sudah lama. Kami sudah menempuh berbagai macam cara. Tetapi mereka tetap sombong untuk mendengarkan kebenaran. Mereka telah meletakkan jari mereka menutupi telinganya. Mereka tetap saja ingkar. Sampai kapan pun mereka tidak akan beriman. Oleh karena itu ya Tuhan, bersihkanlah bumimu ini dari mereka semua. Hancurkan mereka semua, sehingga bumi ini tidak menampung orang-orang yang jahat seperti mereka!”

Kemudian Alloh memberi wahyu kepada nabi Nuh:” Engkau benar wahai Nuh. Kaummu memang tidak akan ada yang beriman lagi, selain mereka yang sudah beriman kepadamu itu. Kamu tidak perlu merasa sedih atau kekafiran mereka itu. Mereka semua akan mendapatkan siksa dan akan tenggelam dalam lautan badai.”

Setelah itu, Alloh memerintahkan nabi Nuh agar membuat perahu besar dan memasukkan semua binatang yang ada di sana secara berpasang-pasangan: jantan dan betina.the early making noah ark

Karena mendapat perintah itu, nabi Nuh lalu menanam pohon untuk kelak di jadikan perahu besar. Nabi Nuh  menunggu besarnya pohon itu bertahun-tahun. Setelah itu, pohon tersebut di tebang. Mulailah kayu itu di rakit untuk  di jadikan perahu yang besar dan tinggi. Pembuatan perahu itu masih memakan waktu bertahun-tahun juga, hingga ratusan tahun, seperti usianya Nabi Nuh atas rahmat Alloh SWT.

Perahu itu di buat menjadi tiga tingkat. Tingkat pertama, di isi hewan dan binatang liar lainnya. Tingkat tengah di isi  manusia. Dan  tingkat yang ketiga di isi burung-burung.

Pembuatan perahu dengan bertingkat-tingkat seperti itu adalah berdasarkan petunjuk dan pengajaran dari Alloh. Setiap orang-orang kafir lewat di dekat pembuatan kapal tersebut, mereka tertawa dengan sinis dan penuh penghinaan.

“ Nuh, apakah kamu sudah berhenti untuk menyeru dan mengajak kami kepada Tuhanmu dan berubah profesi jadi tukang kayu? Bagaimana mungkin kamu membuat perahu di sebuah lokasi yang sangat jauh dari laut! Bagaimana mungkin kamu membuat perahu di sebuah lokasi yang sangat jauh dari laut! Bagaimana caranya kamu mengangkut perahu itu nanti ke laut? Ini betul-betul menunjukkan bahwa kamu sekarang sudah menjadi orang gila dan sinting!” ejek mereka sambil terus menertawakan nabi Nuh.

Setelah nabi Nuh selesai membuat perahu besar itu, beliau menunggu perintah Alloh selanjutnya. Lalu Alloh memberi wahyu selanjutnya. Lalu Alloh memberi wahyu kepada beliau:

“ Wahai Nuh, jika kamu sudah melihat tungku tempat isterimu membuat roti, air sudah keluar dan memancar dari sana hingga  memenuhi permukaan tanah seperti terjadi banjir, maka masuklah kamu beserta keluargamu ke dalam perahu tersebut. Tapi isterimu tidak usah kamu ajak, karena dia termasuk orang yang kafir. Selain itu masukkan segala sesuatu dengan berpasang-pasangan sebagaimana telah Aku perintahkan dulu!”

Tidak seberapa lama setelah wahyu tersebut turun, tiba-tiba banyak air keluar dan memancar dari tungku tempat  pembakaran roti       ( tempat menanak ). Saat itulah Nabi Nuh mengetahui bahwa janji Alloh sudah datang. Maka cepat-cepat nabi Nuh menuju dan masuk ke dalam perahu.

Noah's Ark Niko Chocheli

Noah’s Ark Niko Chocheli

Nabi Nuh mengajak semua keluarganya yang beriman. Nabi Nuh juga  membawa  hewan-hewan, burung, dan semua yang hidup dan bernyawa.

Dari setiap jenis hewan nabi Nuh mengambil sepasang, jantan dan betina. Himar adalah termasuk jenis hewan yang paling terakhir

masuk ke dalam perahu. Ketika ia hendak masuk ke dalam perahu. Setelah nabi Nuh melihat bahwa ia tidak mampu masuk ke dalam perahu, Nabi Nuh berteriak: “ Naiklah kamu, sekalipun bersama iblis.”

Setelah itu ia melompat ke dalam perahu sementara iblis juga ikut serta bersamanya. Setelah Nabi Nuh melihat iblis juga ikut masuk, beliau marah dan berkata:

“ Siapa yang mengizinkan kamu untuk ikut masuk ke dalam perahu ini? Cepat keluar kamu dari sini. Kamu adalah orang telah merusak dunia dan orang-orang yang ada di sana!”

“Ketika kamu menyuruh himar untuk masuk ke dalam perahu, berarti kamu telah memberi izin kepada saya untuk ikut serta. Aku tidak akan pernah turun lagi dari sini. Sebab Alloh SWT sudah berjanji kepada saya, bahwa saya akan hidup selamanya hingga hari kiamat kelak,” kata iblis itu kepada nabi Nuh.

Nabi Nuh mempunyai empat orang anak. Mereka adalah Syam, Ham, Yafis dan yang keempat adalah Kan’an. Tapi Kan’an tidak beriman kepada Alloh ( kafir ). Ketika nabi Nuh naik ke atas perahu, beliau tidak melihat Kan’an. Nabi Nuh lalu melihat keluar. Di luar ternyata air sudah mengalir dari berbagai penjuru; dari bumi, dari langit, dari laut dan dari gunung. Orang-orang kafir berlarian kesana kemari. Mereka berusaha naik ke atas gunung. Dan Kan’an ternyata ada di antara mereka. Saat itu nabi Nuh merasa khawatir akan keselamatan anaknya tersebut. Nabi Nuh lalu memanggil anak tersebut:

“Kemari anakku. Naiklah bersama-sama orang-orang kafir itu!”

“ Saya akan naik ke puncak gunung untuk menyelamatkan diri dari banjir ini,” jawab Kan’an.

“Anakku, hari ini tidak ada yang bisa menyelamatkan diri dari ketentuan Alloh ini. Gunung itu juga tidak akan bisa menyelamatkan dirimu dari banjir ini. Sebab Alloh telah memerintahkan banjir-taufan ini agar menenggelamkan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini,”kata nabi Nuh menjelaskan kepada anaknya.

Ketika terjadi dialog di antara keduanya, tiba-tiba datang ombak besar dan menenggelamkan permukaan bumi. Kan’an pun hilang di telan badai tersebut. Tidak ada satu pun makhluk yang selamat dari serangan badai tersebut, kecuali orang-orang dan hewan yang ada di dalam perahu.

Maka nabi Nuh merasa sedih atas tenggelamnya Kan’an. Saat itu rasa iba sebagai seorang ayah muncul di dalam hatinya. Lalu nabi Nuh berdho’a kepada ROBBnya:

“ROBBku, anakku ( Kan’an ) adalah termasuk bagian dari keluargaku. Dan Engkau telah berjanji kepadaku agar aku membawa semua keluarga masuk ke dalam perahu. Kenapa anakku itu tidak ikut bersama kami semua?”

“Wahai Nuh, Kan’an tidak termasuk keluargamu, karena dia tidak beriman kepada Alloh. Hubungan antara manusia bukanlah semata-mata hubungan darah. Maka jangan sekali-kali kamu bertanya lagi tentang hal-hal yang tidak kamu ketahui rahasia di balik sesuatu itu!!” jawab Alloh.

Dari peristiwa itu, nabi Nuh kemudian mohon ampun kepada Alloh…dan akhirnya Alloh juga mengampuni beliau.

Noah ark 3DSMax

Noah ark 3DSMax

Perahu terus berjalan di atas air hingga akhirnya tidak ada lagi orang kafir di muka bumi. Maka Alloh memerintahkan kepada langit agar berhenti menumpahkan airnya, memerintahkan bumi agar menyedot semua air yang ada di atasnya. Dan perahu itu kemudian perlahan-lahan mendekati bumi, hingga akhirnya mendarat di sebuah gunung yang di sebut al-Judy ( terletak di Asia Kecil, antara Irak dan Turki ).

Kemudian nabi Nuh mengutus seekor burung merpati untuk melihat apakah bumi sudah betul-betul bersih dari air dan kering serta layak untuk di lewati. Sebentar kemudian burung itu sudah kembali. Di mulutnya ada sebatang ranting pohon zaitun. Dari itu, nabi Nuh mengerti bahwa bumi sudah keting, bahwa taufan sudah selesai.

Nabi Nuh lalu keluar dari perahu bersama keluarga dan semua yang ada di dalam perahu tersebut,. Lalu nabi Nuh bersujud di hadapan Alloh dan bersyukur atas keselamatan yang telah di berikan kepada beliau dan semua keluarganya.

Nabi Nuh bangkit dari sujud itu. Setelah itu beliau menggali tanah sebagai pondasi awal untuk membangun sebuah masjid besar. Mereka semua menyalakan api untuk memanggang daging. Dari daging itulah mereka makan. Sebab selama beberapa hari ini mereka tidak makan makanan yang hangat dan panas. Setelah itu kehidupan kembali hadir di muka bumi…

Terdapat informasi menayangkan jejak pendaratsn perahu nabi Nuh di sekitar Yordania.

Menurut informasi sejarah, di 70.000 s.m., di temukan fosil peradaban tertua manusia di lembah Yordan. Di mana telah menemukan pertanian gandum, bakal bahan pembuatan roti. Makanya orang Arab makanan pokoknya adalah roti.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: