Tubagus Arief Z-Surosowan art doc

Home » 2. Nabi Adam dan Siti Hawa

2. Nabi Adam dan Siti Hawa

BAB 1

ASAL MULA MANUSIA

Nabi Adam 'as lukisan Michaelangelo

Nabi Adam ‘as lukisan Michaelangelo

NABI ADAM ‘ALAIHISSALAM

Terlebih dahulu kala, Alloh SWT., menciptakan nurbuwah, atau cahaya ciptaan Alloh yang paling sempurna dan di sayangi-Nya. Nurbuwah tersebut kelak akan di masukkan melalui  jasad Nabiyalloh-Nya paling sempurna Nabi Muhammad Sholalohu ‘alaihi wassalam. Namun entah cahaya nurbuwwah itu juga meresap pada dzurriyah atau   keturunan Nabi Muhammad SAW.

Nurbuwah setelah di ciptakan Alloh SWT., di simpan di langit tertinggi akhirat.  Kelak Alloh SWT., menetapkan hak istimewa pada Nabi Muhammad SAW., dan dzurriyah/syarif keturunannya di antara seluruh manusia Bani Adam. Termasuk karena latar dari cahaya nurbuwah tersebut., hingga di jadikan sebagai golongan saidin syarif /bangsawan tertinggi. ( QS An-Nisa’ : 54 ).   Entah juga kelak misalkan di akhirat cahaya nurbuwah itu memang meresap pada dzurriyah menjadi tanda di akhirat sebagai syafaat cucu muslim Nabi Muhammad SAW..

Suatu hari, dahulu kala sekali, Alloh berkehendak untuk menciptakan alam raya. Sedangkan bagi Alloh, apabila Dia berkehendak untuk melakukan sesuatu, maka Dia cukup hanya berfirman kepada sesuatu itu: Kun  ( jadilah atau adalah ) maka sesuatu itu menjadi ada atau jadi. Maka Maha Suci Alloh yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Setelah para malaikat mendengar bahwa Alloh SWT., berkehendak untuk menciptakan manusia di bumi…mereka merasa khawatir dan mengira bahwa mereka pasti telah melakukan kesalahan yang menyebabkan Alloh murka kepada mereka … Oleh karena itu Alloh ingin menciptakan manusia.

“ Ya Rabb kami, mengapa Engkau akan menciptakan manusia di bumi itu, padahal kami sudah menyembah-Mu,  mensucikan dan bertasbih dengan memuji-Mu? Kami masih lebih berhak menempati  bumi itu di bandingkan manusia. Manusia hanya akan menjadi perusak…mencuri, merampok dan membunuh serta melakukan kejahatan-kejahatan yang lain dan maksiat,” tanya para malaikat kepada Alloh.

“Aku lebih Mengetahui hikmah di balik penciptaan manusia ini di bandingkan kalian. Aku Mengetahui  siapa yang pantas menghuni bumi itu. Kalian semua tidak mengetahuinya,“ firman Alloh memberi penjelasan kepada malaikat.

Alloh SWT., ingin memberikan penjelasan kepada para malaikat bahwa Dia mengetahui hikmah di balik penciptaan Adam, dan para malaikat itu tidak mengetahuinya. Adam tidak akan sama dengan makhluk-makhluk lain yang suka menumpahkan darah dan membuat kerusakan di muka bumi. Dan dengan adanya Adam, maka hikmah yang sangat besar akan menjadi kenyataan. Hikmah yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali Alloh SWT., yaitu hikmah al-Ma’rifat ( hikmah pengetahuan ).

Alloh menampakkan masalah itu kepada malaikat dan berfirman kepada mereka bahwa Dia akan menciptakan manusia dari tanah; kalau nanti Alloh sudah menyempurnakan  penciptaan-Nya dan meniupkan ruh-Nya kepada makhluk itu maka mereka di wajibkan untuk bersujud kepada manusia ciptaan Alloh  ini; sujud penghormatan, bukan sujud penyembahan.

Alloh kemudian mengumpulkan segenggam tanah dari bumi. Ada yang putih, hitam, kuning, dan merah. Dan oleh karena itu Alloh menciptakan manusia berbeda-beda warna kulitnya. Alloh mencampur tanah itu dengan air sehingga menjadi tanah liat ( shalshal ). Setelah itu Alloh menciptakan Adam dan meniupkan roh-Nya pada Adam.

Jasad Adam lalu bergerak dan beliau dan beliau menjadi hidup, berjalan dan bernafas…Setelah Adam membuka kedua matanya, beliau menyaksikan semua malaikat bersujud kepadanya, kecuali  Iblis yang tidak mau sujud.  Lalu Alloh berfirman kepada iblis:

“Iblis, kenapa kamu tidak bersujud kepada Adam yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku dan Aku tiupkan roh-Ku kepada-Nya?”

“Kenapa saya harus bersujud kepada Adam. Saya lebih mulia dan lebih baik dari Adam. Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan Adanm dari tanah. Padahal api lebih baik dari tanah,” jawab iblis takabbur.

Alloh sangat murka kepada iblis. Lalu Dia mengusir iblis itu serta melaknat hingga hari kiamat kelak. Itu semua sebagai balasan atas pembangkangan dan kesombongan yang telah dilakukan. Alloh mengancam akan menyiksa dia dengan siksa yang pedih, kelak di hari kiamat. ( QS Al-Hijr : 32-35 )

Lalu iblis menawab:“Karena Engkau telah menetapkan laknat pada diriku dan telah menjadikan aku sebagai setan yang terkutuk, maka aku mohon kepada Engkau, agar Engkau memanjangkan umurku hingga pada hari kiamat kelak.”

“Kamu akan tetap hidup hingga hari kiamat kelak. Dan kamu akan mendapat laknat-Ku, laknat dari semua malaikat-Ku, dari Adam dan dari semua anak cucu Adam kelak, “ jawab Alloh pada makhluk iblis.

Alloh SWT., mengajari Adam nama-nama semua yang ada di bumi. Setelah mengajari semua namanya, lalu Alloh   menampakkan atau menunjukkan semua yang ada di muka bumi kepada para malaikat dan menantang mereka:

“Coba kalian sebutkan nama-nama dari yang Aku tunjukkan ini!”

Para malaikat lalu melihat semua yang di tunjukkan Alloh kepada mereka, tetapi tidak satupun dari mereka yang mengetahui nama-namanya.

“Maha Suci Engkau ya Rabb kami! Engkau belum mengajarkan kepada kami nama-nama itu semua, sehingga kami belum mengetahui. Kami hanya mengetahui apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami,” kata malaikat kepada Alloh.

Lalu Alloh melihat kepada Nabi Adam, dan berketa pada beliau:

“Adam ,coba sekarang kamu beritahukan kepada mereka nama-nama dari itu semua!”

Kemudian Nabi Adam mulai menyebutkan nama-nama dari semua yang telah di tunjukkan Alloh…Saat itulah para malaikat merasa sangat kagum pada kecerdasan dan pengetahuan yang di miliki oleh Nabi Adam. Karena rahmat Alloh. bahwa kelak manusia dapat menciptakan teknologi, otomotif, komputer, pesawat, realisme sains, seni budaya, seni bela diri, desain, sosiologi, ekonomi , akuntansi, pengadilan, hankamrata, kuliner, penerbitan, dsb.

Saat itu pula para malaikat , menyadari bahwa Nabi Adamlah yang paling pantas menempati bumi itu.

Ketika itu Alloh mengetahui bahwa kehidupan  Nabi Adam masih kurang sempurna sehingga Nabi Adam tidak akan merasakan kebahagiaan yang utuh. Lalu Alloh menciptakan seorang isteri yang akan mendampingi kehidupan beliau, menjadi ibu bagi anak-anaknya sehingga mereka semua bisa mengelola bumi dan memakmurkannya.

Menurut riyadhlusshsholihin, sejak penciptaan bumi, justru Alloh SWT., hampir tidak memandang bumi. Dan terjadi perdebatan antara bumi dan langit siapa yang di ciptakan lebih indah.

Dan menurut QS Ath-Thur, para malaikat melakukan sholat di baitul makmur. Maka pada manusia juga di turunkan kewajiban mendirikan sholat.

Pada saat penciptaan pasangan lawan jenisnya, Nabi Adam dalam keadaan tidur. Setelah beliau membuka matanya dan bangun dari tidur dia sudah mendapatkan Siti Hawa berada di sampingnya. Hati Nabi Adam kemudian di liputi kebahagiaan yang dalam. Beliau bersyukur kepada Alloh atas penciptaan itu, karena beliau selalu merasa kesepian tanpa kekasih lawan jenisnya.

Alloh kemudian memerintahkan kepada Nabi Adam dan isterinya. Siti Hawa, untuk tinggal di dalam surga. Dan sebelum keduanya memasuki surga tersebut, Alloh berfirman kepada keduanya:

“Adam, Aku sudah menciptakan kamu. Aku sudah memberimu ilmu dan pengetahuan. Aku menciptakan Hawa untuk kamu dan membuat semua malaikat bersujud kepadamu. Setelah itu Aku masih menyuruhmu dan isterimu untuk bisa tinggal di dalam surga sehingga kalian bisa hidup dengan tenang. Makanlah apa saja yang ada di dalam surga. Hanya satu, janganlah kalian berdua mendekati pohon ini. jika kalian taat dan tunduk kepada perintah-Ku, maka kalian akan bisa tinggal selamanya di dalam surga. Tapi jika kalian melanggar, maka Aku akan mengeluarkan kalian dari surga ini,  Tapi jika kalian melanggar, maka Aku akan mengeluarkan kalian dari surga ini, dan menurunkan kalian ke bumi, sehingga kalian berdua dan semua anak cucu kalian akan merasakan kepayahan di dalam mencari rizki. Dan satu lagi, hati-hatilah kalian berdua dari tipuan iblis yang terlaknat itu!”

Nabi Adam dan Siti Hawa masuk ke surga. Di dalamnya ada keteduhan yang tak pernah usai. Ada makanan dan minuman yang selalu tersedia. Kehidupan di sana penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak pernah putus.

Nabi Adam dan Siti Hawa hidup di dalamnya dengan penuh cinta, keselematan dan ketenangan. Kedua insan itu bermain-main dan berjalan-jalan di surga. Keduanya menikmati nyanyian burung-burung kecil yang indah, tasbih sungai-sungai dan para malaikat. Keduanya hidup dalam kenikmatan yang tidak ada taranya. Belum pernah kesenangan seperti itu di nikmati oleh orang lain sesudah keduanya. Tapi dasar manusia memiliki tabiat lupa. Maka iblis mulai memanfaatkan kelupaan itu. Dengan segala tipu dayanya dia mendekati Nabi Adam dan Siti Hawa. Mulailah dia menggoda keduanya. Tiap hari dia menggoda keduanya. Tiap hari dia melancarkan serangannya. Hingga suatu hari dia mengatakan :

“Adam, tahukah kamu mengapa Alloh menyuruh kamu untuk menjauhi pohon itu. Pohon itu adalah pohon keabadian. Jika kamu makan buah pohon itu…maka kamu tidak akan pernah mati selamanya. Kamu akan menjadi malaikat. Alloh akan memberi kehidupan dan kekekalan kepada kamu dan isterimu.”

Hari berganti hari. Kehidupan terus berjalan. Nabi Adam dan Siti Hawa mulai sibuk memikirkan perkataan iblis tadi. Maka pada suatu hari. keduanya memutuskan untuk makan buah dari pohon itu.  – Keduanya sudah terpengaruh perkataan iblis yang manis itu. Apalagi iblis menguatkan perkataannya dengan sumpah dan mengaku sebagai penasihat. Demikianlah tabiat manusia: pelupa. Dan karena itulah manusia di sebut insan, yang berarti lupa.

Nabi Adam lalu menjulurkan tangannya ke pohon terlarang itu, lalu beliau memetik salah satu buahnya dan menyerahkan buah itu kepada Siti Hawa. Keduanya makan buah itu….

Belum selesai makan buah tersebut, tiba-tiba Nabi Adam merasa dadanya berdetak kencang. Secara spontan NAbi Adam merasa kesakitan, sedih dan malu. TIba-tiba aurat Nabi Adam dan Siti Hawa terbuka….Mulailah keduanya mengambil daun-daun pohon untuk menutupi auratnya yang tiba-tiba terbuka.

Saat itulah keduanya menyadari bahwa keduanya telah terjebak dalam perangkap dan tipu daya iblis yang terlaknat itu. Keduanya sadar bahwa keduanya sudah melakukan dosa besar. Saat itu keduanya mendengar firman Alloh:

“ Mengapa kalian berdua percaya kepada iblis? Aku sudah memperingati kalian berdua. Aku sudah memberitahukan larangan kepada kalian berdua agar tidak mendekati pohon ini.”

Saat itu keduanya semakin merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Keduanya menyesal, bertaubat dan memohon ampunan kepada Alloh SWT. Kemudian Alloh mengampuni dan memaafkan keduanya. Lalu Alloh berfirman:

“ Sekarang Aku mengampuni kalian berdua. Tetapi sekarang tempat kalian bukan di dalam surga ini. Turunlah kalian ke bumi! Di sanalah  tempat kalian. Di sana kalian akan hidup, mati dan dari sana juga kalian nanti akan bangkit…Iblis juga akan turun ke bumi bersama kalian. Dia adalah musuh kalian dan anak cucu kalian kelak. Terus kobarkan api peperangan antara kalian dan si terkutuk itu, hingga hari kiamat kelak!!”

Nabi Adam turun ke bumi. Di sana Nabi Adam mulai menjalani hidup barunya. Saat itu Nabi Adam kembali menyadari bahwa beliau telah meninggalkan suatu ketenangan dan kenikmatan yang sangat besar. Karena sekarang Nabi Adam sudah menemukan dan merasakan kepayahan, letih, haus dan kepanasan. Nabi Adam dan Siti Hawa di turunkan terpisah. Ada orang Islam berpendapat Nabi Adam mulanya mendarat di India, dan Siti Hawa di turunkan di sekitar Arab. Menurut hadits riwayat shahih Bukhori, Nabi Adam tingginya mencapai 6 hasta atau sekitar puluhan meter. Jika manusia biasa misalkan berjalan kaki dari India ke Arab, belum tentu sekuatnya.

Siti Hawa juga banyak menangis karena terpisah dengan Nabi Adam.

Setelah perjalanan panjang, panas dan sangat meletihkan, Nabi Adam bertemu dengan Siti Hawa.  Keduanya pun melepaskan kerinduannya.

Nabi Adam membangun rumah kecil dari pelepah dan batang kayu untuk di tempati bersama isterinya. Tempat kecil yang bisa melindungi dari sengatan terik matahari, rasa dingin dan hujan. Mulailah Nabi Adam mengelola tanah dan bercocok tanam. Selain itu Nabi Adam juga mulai mendidik dan berkenalan dengan hewan-hewan yang bermacam-macam.

Belum lama waktu berjalan…Sitii Hawa kemudian melahirkan dua orang anak sekaligus; laki-laki dan perempuan. Terus setelah itu, setiap hamil Siti Hawa selalu melahirkan anak kembar, laki-laki dan perempuan. Anak lelaki dan perempuan pertama di namai Qobil dan ‘Iqlima. Anak lelaki dan perempuan kedua di namai Habil dan Labuda.

Siti Hawa lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendidik anak-anaknya, sedangkan Nabi Adam sibuk bercocok tanam untuk mendapatkan makanan bagi anak-anaknya. Selain itu juga berburu binatang untuk di ambil kulitnya dan di jadikan baju ataupun alas tempat tidur.

Qobil dan Iqlima putera-puteri sulung Nabi Adam tumbuh menjadi pemuda gagah perkasa dan gadis jelita. Bahkan paras dan fisik Iqlima lebih cantik dan aduhai ketimbang Labuda.  Tapi Habil, adik lelakinya Qabil justru tumbuh lebih ganteng dari kakak sulungnya, walau tubuh Qobil lebih besar dan kuat dari Habil. Yang perempuan lebih sulung lebih cantik sensual, yang lelaki lebih muda lebih kasep parasnya.

Anak-anak itu sekarang sudah besar. Mereka semua membantu pekerjaan Nabi Adam dan Siti Hawa. Setelah mereka dewasa, mereka di kawinkan dengan selingan saudara mereka yang lahir bersamaan. Qobil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.

Seperti penjelasan dari agama Islam, bahwa saudara dekat di haramkan menikah, dan hanya di bolehkan dengan selain saudara atau saudara sepupu jauh dari ibu atau neneknya.

Nabi Adam, Siti Hawa dan anak-anaknya hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan.

Tapi iblis yang terkutuk itu tidak senang menyaksikan kebahagiaan yang di rasakan oleh Nabi Adam dan keluarganya. Lalu dia mendatangi anak Nabi Adam yang bernama Qobil. Dia lalu melancarkan serangannya, merayu Qobil dan menanamkan kebencian di hati kepada saudaranya yang bernama Habil. Dia terus merayu dan membujuk. “Qobil, ayahmu ingin mengawinkan kamu dengan adikmu yang jelek dan tidak cantik itu. Karena dia lebih suka kepada saudaramu, Habil, di bandingkan kepadamu. Oleh karena itu dia ingin menikahkan Habil dengan saudari yang sangat cantik itu,” kata iblis yang menghasud Qobil.

Ternyata Qobil mulai mendengarkan perkataan iblis tersebut. Mulailah dia menentang perintah ayahnya dan tidak mendengarkan nasihat- nasihatnya.

Kemudian Qobil pergi menemui Habil. Sementara itu di hati Qobil penuh sesak dengan rasa iri dan dengki kepada Habil. Setelah itu Qobil membunuh Habil dengan kejamnya. Inilah sejarah pembunuhan yang pertama kali di lakukan oleh manusia di muka bumi ini.

Kemudian Qobil baru menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan…dia merasa telah melakukan kezholiman kepada Habil. Dan dia pun menyesal atas apa yang telah di lakukannya. Setelah itu muncul seekor burung menggali kuburan atas petunjuk Alloh. Qobil yang terilhami kemudian mengubur Habil.

Nabi Adam dan Siti Hawa sangat sedih atas kematian puteranya, Habil.  Siti Hawa ra., terus menangis setelah peristiwa pembunuhan Habil dan kaburnya Qobil.  Dari tangisannya, lahir Syits ‘alaihissalam, bakal pengganti Nabi Adam sebagai Nabiyalloh kedua.

Di atas tempat tidur yang beralaskan dahan-dahan pohon, Nabi Adam tidur. Janggutnya sekarang sudah putih walaupun wajahnya masih tampak indah. Anak-anaknya yang banyak mengelilingi beliau. Pada saat itu, Nabi Adam bercerita kepada mereka semua, bahwa di sana ada sebuah bahtera yang bisa menyelamatkan kehidupan manusia. Bahtera itu adalah petunjuk dan firman-firman Alloh SWT.

Nabi Adam menegaskan kepada anak-anaknya bahwa Alloh tidak akan pernah meninggalkan manusia sendirian di muka bumi ini.

Alloh akan mengutus para nabi untuk memberikan petunjuk kepada mereka. Mereka semua memiliki misi yang sama, yaitu mengaak manusia untuk beribadah atau menyembah Alloh Al-Ahad. Kalimat itulah yang menjadi wasiat terakhir Nabi Adam ‘alaihissalam kepada anak-anaknya.

Nabi Adam lalu mengakhiri wasiatnya. Beliau lalu menutup matanya… para malaikat menyaksikan peristiwa itu sambil mengelilingi Nabi Adam. Di antara mereka ada malaikat ‘Izrail  mencabut roh Nabi Adam. Roh tersebut kemudian naik menuju Robbnya….

Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un. Sesungguhnya tiap-tiap makhluk hidup akan kembali kepada Alloh, mempertanggungjawabkan

amanat kholifah kehidupannya…

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: