Home » 6. Nabi Saleh ‘Alaihissalam

6. Nabi Saleh ‘Alaihissalam

NABI SHALEH ‘ALAIHISSALAM.

Alloh SWT mengutus nabi Shaleh kepada kaum Tsamud yang menyembah patung atau berhala. Nabi Shaleh mengajak mereka semua untuk menyembah Alloh SWT serta taat kepada semua perintah-Nya.

Nabi Shaleh juga menjelaskan tentang nikmat dan karunia yang telah di limpahkan oleh Alloh kepada mereka semua. Alloh adalah pencipta segala sesuatu yang ada ini. Alloh adalah pencipta langit dan semua yang ada di langit seperti matahari, bulan, bintang-bintang yang bercahaya, Alloh juga menciptakan bumi dengan segala yang ada di dalamnya seperti laut, gunung, hewan, tumbuh-tumbuhan serta semua yang ada di antara langit dan bumi seperti burung-burung yang beterbangan.

Mendengar ajakan seperti itu kaum nabi Shaleh berkata: “Wahai Shaleh, sebelum kamu mengajak kami dengan ajakan seperti ini, kamu adalah orang yang cukup di hormati di kalangan kami.

Lalu mengapa sekarang kamu melarang kami untuk menyembah patung-patung itu? Bagaimana mungkin kami akan meninggalkan tuhan-tuhan kami untuk menyembah patung-patung itu? Bagaimana mungkin kami akan meninggalkan tuhan-tuhan nenek moyang kami itu? Bagaimana mungkin kami akan tuhan-tuhan nenek moyang kami itu?Kami tidak percaya kepada apa yang kamu serukan kepada kami ini.”

Jelas sekali , bahwa kaum Tsamud menolak mentah-mentah ajakan dan seruan nabi Shaleh ini. Bahkan mereka menganggap nabi Shaleh sebagai tukang sihir.

Mereka kemudian meminta nabi Shaleh untuk menunjukkan mukjizat sebagai bukti bahwa beliau adalah utusan Alloh yang di utus kepada mereka…Kaum nabi Shaleh ini termasuk kaum yang memiliki kekuatan yang hebat.

Mereka membuat rumah-rumah yang besar dan bagus di atas gunung-gunung dengan memakai batu-batu yang sangat besar.

Untuk memenuhi permintaan kaumnya ini,  nabi Shaleh kemudian berdoa kepada ALLOH agar ALLOH memberikan mukjizat, sehingga kaumnya bisa percaya bahwa dia betul-betul utusan Alloh. Kemudian Alloh mengabulkan permohonan nabi Shaleh ini. ALLOH memberikan seekor unta yang keluar dari batu yang sangat besar. Setelah itu nabi Shaleh pergi kepada kaumnya dan berkata :

“Hai kaumku, ini adalah untanya Alloh untuk kalian semua sebagai bukti (mukjizat). Ia bukan unta biasa. Ia tidak sama dengan unta-unta lain yang ada di dunia ini. Unta ini keluar dari dalam batu yang sangat besar. Oleh karena itu unta  ini adalah unta mukjizat.

Kalau unta ini minum, maka ia menghabiskan semua air yang ada di dalam sumur hanya dalam waktu satu hari. Setelah itu, air tersebut akan langsung berubah menjadi air susu, yang tersimpan di dalam susu (tetek)  unta ini.”

Kaum Tsamud kemudian bisa minum susu setiap hari sebagai ganti dari air yang telah di minum oleh unta ini. Anehnya, susu yang yangdi keluarkan oleh unta ini tidak pernah habis, sehingga cukup untuk di minum oleh semua kaum Tsamud.

Dan itu tidak mengurangi jumlah susu yang masih tersimpan di dalam tubuh unta tersebut.

Alloh kemudian memerintahkan kepada nabi Shaleh agar menyampaikan kepada kaumnya untuk tidak mengganggu dan menyakit unta tersebut. Biarkan ia tetap utuh dan selamat.

Ia adalah merupakan penghormatan dari Alloh untuk mereka. Karena unta itu telah memberikan ‘susu kehidupan’  kepada mereka semua, tanpa harus melalui kesulitan.

Ia adalah nikmat Alloh yang di berikan kepada mereka. Oleh karena itu mereka wajib menjaga dan memeliharanya dengan baik.

Awalnya…kaum Tsamud sangat tercengang dan heran, ketika unta itu keluar dari dalam batu yang sangat besar. Kalau unta tersebut sedang tidur, maka semua hewan yang lain menjauhinya. Unta itu terus hidup di kalangan kaum Tsamud tadi.

Maka mulailah ada sebagian kecil dari mereka yang beriman. Tetapi kebanyakan dari mereka masih tetap kafir dan menentang nabi Shaleh. Mereka yang menentang ini sangat tidak suka kepada unta yang telah membawa keberkatan tadi.

Mulailah mereka menyusun rencana jahat untuk menyingkirkan unta itu.

Mereka kemudian mengadakan pertemuan di sebuah rumah yang terbuat dari batu-batu besar. Di sana mereka bermusyawarah bagaimana caranya menyingkirkan unta itu. Akhirnya mereka sampai pada kesimpulan akhir: unta itu harus di bunuh!!!

Salah seorang dari mereka kemudian ada yang memberi tanggapan:

“Nabi Shaleh sudah memberi peringatan tegas kepada kita, agar unta itu tidak di ganggu atau di sakiti.  Kalau tidak, maka kita akan di timpa siksa yang sangat pedih.”

Lalu orang yang paling tua dari mereka menjawab:”Ah…Saya tidak percaya hal itu akan terjadi.”

Mereka kemudian mulai berpikir keras, bagaimana caranya membunuh unta itu…Lalu mereka menentukan dan memilih sembilan orang yang besar dan kuat tetapi jahat.

Orang-orang yang memang suka melakukan kerusakan di atas bumi. Sembilan orang ini kemudian di beri tugas untuk membunuh unta itu.

Ketika malam sudah mulai menyelimuti gunung…sembilan orang ini mulai keluar dengan membawa senjata dan  pedang mereka.

Mereka kemudian langsung menyerang dan membunuh unta itu, termasuk anaknya yang sedang tidur  bersamanya…Darah segar pun mengalir dari unta itu…

Ketka Nabi Shaleh mendengar berita bahwa unta itu sudah di bunuh Nabi Shaleh sangat sedih. Nabi Shaleh lalu keluar ke hadapan kaumnya, “ Bukankah kalian sudah aku peringatkan agar kalian tidak menyakiti unta itu,” kata nabi Shaleh dalam

keadaan murka.

“Kami memang sudah membunuh unta itu. Sekarang mana siksa yang kamu katakan itu?”jawab mereka dengan mengolok-olok.

“Kalau begitu,  tetaplah kalian di rumah selama tiga hari…setelah itu azab dan siksa yang pedih akan segera di turunkan oleh Alloh” kata nabi Shaleh.

Setelah itu…nabi Shaleh dan orang-orang yang beriman segera meninggalkan daerah itu. Nabi Shaleh mengatakan bahwa dalam tempo tiga hari, Alloh akan menghancurkan mereka semua…(Perlu di ketahui bahwa unta nabi Shaleh yang mati itu, menarik nafas panjang sebanyak tiga kali).

Tiga hari sudah berlalu. orang-orang kafir masih menunggu-nunggu turunnya azab, bahkan terus saling memperlok bahwa azab tidak akan datang.

Maka pada waktu shubuh di hari ke empat, tiba-tiba langit seperti terpecah oleh suara yang menggelegar sangat keras. Gunung hancur…dan semua yang ada di gunung itu mati…yang ingkar itu. Mereka juga mampus sebelum mereka tahu suara apa itu.

Sementara itu, orang-orang yang beriman kepada nabi Shaleh selamat dari azab Tuhan tersebut. Dan mereka bisa tetap keluar dari daerah mereka dengan selamat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 944 other followers

%d bloggers like this: